Minggu, 24 Maret 2019

PERSONAL BRANDING DIRI SENDIRI


PERSONAL BRANDING DIRI SENDIRI

Apa itu Personal Branding?

Personal branding adalah bagaimana Anda membangun dan mempromosikan apa yang Anda perjuangkan. Mungkin Anda lebih sering mendengar penggunaan istilah brand pada merek-merek ternama semacam Apple. Namun brand activation/ aktivasi brand bisa Anda terapkan juga pada diri Anda. Personal branding merupakan kombinasi unik dari keterampilan dan pengalaman yang menjadikan Anda sebagai sosok yang sekarang ada. Personal branding juga bisa jadi pembeda Anda di antara milyaran sosok profesional lainnya di sekitar Anda.


PERSONAL BRANDING REPANY AKBAR

 saya  akan menjelaskan tentang personal branding nama saya repany akbar. saya sekarang berkuliah di salah sau kampus swasta palembang yaitu STISIPOL candradimuka  selain kuliah saya juga bekerja sebagai SA (sales associate) di mall palembang 
saya termaksud orang yang hoby menonton flim. selain sebagai sebuah pelepas penat dikala menjalani rutinitas keseharian, menonton bagi saya merupakan tempat pembelajaran. Ada banyak makna yang tersirat dalam setiap jalan ceritanya 
secara peribadi saya adalah orang yang  baik,sederhana dan pekerja keras . saya juga suka mencoba hal baru  secara karektristik saya orang yang berfikir kritis

SEMINAR KPU-RRI

TALKSHOW KPU BERSAMA RRI PALEMNANG  DI KAMPUS STISIPOL CANDRADIMUKA



Senin 18 Febuari KPU & Radio RRI Palembang Mengadakan Talkshow dalam rangka Pemilu serentak April mendatang di aula kampus STISIPOL Candradimuka dengan tema "Suara Milenial, Menentukan Masa Depan Indonesia 5 Tahun Kedepan". Acara tersebut diisi oleh narasumber Amrah Muslimin,SH.,M.Si sebagai partisipan KPU Sumsel, DR.Hj.Lis Hapsari Prihatini, M.Si sebagai ketua STISIPOL Candradimuka, Bapak Junaedi, dan dihadiri oleh semua mahasiswa STISIPOL Candradimuka Palembang.
Dalam Talkshow ini Membahas tentang Pemilu yang akan di adakan April mendatang sepertii tema yang  di bahas kami mahasiswa sebagai generasi milenial di jelaskan tentang hak suara memilih dalam pemilihan umum serentak nanti

pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak. Artinya, di Pemilu 2019, pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif baik DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak. Artinya, di Pemilu 2019, pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif baik DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Titi mengatakan, hal paling dasar yang harus dipahami pemilih adalah pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak. Artinya, di Pemilu 2019, pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif baik DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak. Artinya, di Pemilu 2019, pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif baik DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak. Artinya, di Pemilu 2019, pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif baik DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak. Artinya, di Pemilu 2019, pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif baik DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak. Artinya, di Pemilu 2019, pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif baik DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak. Artinya, di Pemilu 2019, pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif baik DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak. Artinya, di Pemilu 2019, pemilihan presiden dan wakil presiden bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif baik DPR, DPD, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all. Penulis : Fitria Chusna Farisa Editor : Inggried Dwi Wedhaswary Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all. Penulis : Fitria Chusna Farisa Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilih, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Pemungutan Suara Pemilu 2019", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/30/06300001/pemilih-lakukan-3-hal-ini-sebelum-pemungutan-suara-pemilu-2019?page=all.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Sabtu, 23 Maret 2019

TABLE MANNER MAHASISWA STSIPOL CANDRADIMUKA PALEMBANG SEMESTER II

TABLE MANNER MAHASISWA STSIPOL CANDRADIMUKA PALEMBANG SEMESTER II



      Palembang, 07 Maret 2019 –  Mahasiswa STISIPOL Candradimuka juruan Ilmu Komunikasi semester II menyelenggarakan kegiatan Seminar dan praktek Table Manner yang diselenggarakan di Hotel Harper Palembang. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam mata kuliah Dasar-dasar Public Relation sebanyak kurang lebih 50 orang mahasiswa/i . Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada kali ini kegiatan praktik Table Manner mengusung tema Elegant, dimana setiap mahasiswa/i yang hadir wajib mengenakan kostum bernuansa yang elegan.
     
      Kegiatan ini sendiri bertujuan memberikan pengalaman dan bekal kepada mahasiswa/i khususnya mahasiswa/I Public Relations STISIPOL Candradimuka mengenai tata cara (etiket) dalam menghadiri pertemuan dan perjamuan baik dalam kegiatan bisnis maupun kegiatan formal lainnya.





     Kegiatan Table Manner ini di pandu oleh Bapak Jerry selaku GM F&B Hotel Harper palembang di sini kami di jelaskan terlebih dahulu oleh pak jerry apa itu Table Manner dan tata cara nya Lalu kemudian kami melakukan peraktek Table Manner.




Setelah melakukan praktek Tabble Manner di Akhir kegiatan kami melakukan sesi berfoto di beberapa lokasi hotel yang bertujuan untu mempromosikan hotel karena Hotel Harper Palembang adalah hotel baru

TOKOH PR FAVORIT

 TOKOH PUBLIC RELATION FAVORIT VERSI SAYA


Tokoh Public Relation favorit saya adalahri Inke Maris karena Peran Inke Maris dalam dunia public relations diakui ketika majalah bahasa Inggris Globe Asia memilihnya sebagai salah satu Powerful Women dalam daftar 99 wanita berpengaruh di Indonesia, dalam dua edisi majalah ini di tahun 2007 dan 2008.
Ketika memulai usaha dibidang public relations di tahun 1987 tekadnya adalah membangun usaha jangka panjang dan sekarang Inke Maris & Associates sudah berusia 25 tahun,  salah satu perusahaan dibidang ini yang terlama dan tertua, dibangun bersama suaminya Rizal Maris dan adik-adiknya, Alm.Hadi Natanegara dan Isma Natanegara, MBA.
Inke Maris layak disebut pelopor atau pionir bisnis di bidang industri jasa public relations (PR). Sebab pada saat itu perusahaan dan nilai-nilai PR masih belum begitu dimengerti di Indonesia.  Perusahaan PR lokal praktis belum banyak tumbuh.
IM&A murni kreasi anak bangsa, berafiliasi dengan agensi asing hanya sebatas saling memanfaatkan jaringan bisnis masing-masing untuk mutual benefit.
Ketika itu, Inke Maris berpikir bahwa di Indonesia akan berkembang bisnis nasional, regional dan internasional. Sebelumnya, Indonesia seolah tertutup terhadap bisnis asing sebab masih lebih melihat ke dalam. Sejak tahun 1987 investasi mulai banyak masuk, pesat sekali perkembangannya di luar bisnis ‘tradisional’ perusahaan minyak asing.
Itulah yang dilihat Inke sebagai peluang, bagaimana memudahkan perjalanan bisnis asing agar berkembang dengan baik di Indonesia. Sebab jika itu terjadi pasti akan membawa manfaat banyak buat Indonesia, karena bisa belajar dari para pelaku bisnis asing tersebut.  Dari Bisnis membuat mobil  hingga bikin sepatu, bisnis restoran sampai bisnis telekomunikasi dan bisnis dunia maya ataupun ,  bisnis  yang lain, dapat pula seiring ikut berkembang.
Dalam pandangan Inke, setiap organisasi bisnis, institusi atau pemerintah pasti mempunyai kewajiban serta kebutuhan untuk berkomunikasi dengan lingkungan. Dia pun lalu mendirikan Inke Maris & Associates (IM&A), tahun 1987, bergerak di bidang jasa pelayanan konsultasi komunikasi.
Pekerjaan pertama sebagai PR di tahun1988, adalah dipercaya menangani The World Grain Congress yang dihadiri oleh semua perusahaan penghasil gandum dan tepung terigu dari seluruh dunia, berlangsung di Indonesia, didukung oleh perusahaan gandum Bogasari. (Setelah itu, IM&A bertumbuh sedemikian rupa. Tidak hanya melayani lembaga dalam negeri atau nasional tetapi juga lembaga dan organisasi multinasional. Memang, IM&A didirikan untuk memberikan pelayanan yang terbaik, profesional, terpercaya, berintegritas, transparan dan bertanggungjawab sebab didukung oleh sebuah tim yang profesional dan terdidik.)
Di bawah  kepemimpinan Inke Maris, IM&A yang dalam perjalanan singkatnya mampu tampil menjadi salah satu perusahaan komunikasi terbaik di negeri ini, membagi jasa pelayanannya ke dalam Corporate & Public Affairs, Financial Communications, Issues and Crisis Management, Marketing Communications dan Social Marketing.
Dalam perjalanannya  IM&A menangani konperensi-konperensi internasional seperti Asian Auditor Generals Conference di Bali, Peluncuran pengiriman Gas Pertama dari P. Batam, dan p. Natuna  ke Singapura, dengan dihadiri kepala negara dan kepala pemerintahan negara tetangga, Peresmian oleh Presiden RI Conoco’s Floating Production Storage and Offloading facility,  juga Asia Pacific Ministerial Conference on Housing and Urban Development di Solo, th 2010 dan banyak lagi, Dalam hal  Financial PR, IM&A menjadi penyelenggara Komunikasi  pada Initial Public Offer,  dan Roadshow ke  kota-kota utama di Indonesia dan luar negri dalam rangka penawaran saham perdana Telkom, Aneka Tambang, BNI, Bank Mandiri,  dan Bank BCA,  selain itu,  perusahaan-perusahaan swasta seperti Lautan Luas, dan Alam Sutera,  property developer Gapura Perdana Prima dan banyak lagi (Hasil pencapaian Inke malah sangat  jauh berbeda dalam 10 tahun terakhir, saat jasa PR mulai memasuki area baru komunikasi politik  dan komunikasi pemerintah).
Advertisement
Perbedaan mencolok terjadi pula pada para pelaku bisnis nasional. Kalau dahulu klien IM&A lebih banyak perusahaan asing yang bergerak di Indonesia, sekarang, perusahaan Indonesia sendiri sudah memahami makna kehadiran komunikasi PR. Departemen dan lembaga pemerintah juga merasakan kebutuhan kehadiran konsultan komunikasi. Persaingan dalam industri jasa public relations bukan lagi sebatas persaingan bisnis,  tetapi termasuk dalam hal human resource, serta pekerjaan-pekerjaan yang sudah lebih banyak ditangani oleh divisi-divisi PR perusahaan.
Jika orang Indonesia sangat mengenal Inke Maris sebagai penyiar TVRI, di luar nama Inke lebih populer sebagai pelaku bisnis public relations yang mengantongi sejumlah klien berkelas multinational companies. Seperti, Mercedes Benz,  Phillip Morris, Volkwagen (VW), World Gold Council,  konglomerat Asia asal Malaysia Guthrie Berhad, proyek Australia-Indonesia Today ’94 dan Marketing Australia ’95, BP Indonesia-Tangguh LNG Project, Conoco Indonesia, Total Indonesie, Newmont, Singapore Airlines, Emirates Air, Hong Kong Tourism Board (HKTB), Tetrapak,  Fonterra,  Keppel Land,  Asatsu, Qatar Telecom  ketika mengakuisisi 67% saham Indosat senilai Rp14 Trilliun ), Indosat, Levis, L’oreal,  Glaxo Smith Kline,Beiersdorf,  Austindo Nusantara Jaya Agri, Zespri NZ,  juga  BII, Visa International, Commonwealth Bank  dan ANZ Bank . Deretan nama perusahaan perusahaan nasional yang pernah menjadi kliennya,  merupakan nama nama tidak asing,  seperti Indah Kiat Pulp and Paper,  Bank Internasional Indonesia,  Sinar Mas Group,  Jababeka,  Procon Indah,  Great River, Sejumlah pekerjaan Komunikasi  dimenangkan IM&A melalui proses tender di Departemen Kesehatan,  dan Departemen Budaya dan Pariwisata.  Lembaga lembaga internasional juga menggunakan jasa IM&A, seperti  Unicef, WHO, Ausaid ,  yang memberi bantuan pada Pusat Penelitian  Transaksi Keuangan,  Asian Development Bank yang memberikan bantuan dana untuk bidang komunikasi Badan Pemeriksa Keuangan RI.
IM&A hadir secara elegan sebagai pionir industri jasa PR Indonesia, yang tetap berada pada posisi leading untuk kasus-kasus terbaru dalam 10 tahun terakhir, seperti pelaksanaan jasa ke-PR- pada masa kampanye politik Pilpres 2004, dimana IM&A membentuk dan menjalankan Media Center SBY-JK.  Pada 13 Maret 2003 IM&A memperoleh penghargaan Cakram Award for Best Public Relations Consultant of The Year dari “Cakram”, sebuah majalah khusus insan periklanan, PR, dan industri komunikasi, atas keberhasilannya membangun citra dan reputasi sebagai perusahaan PR yang baik.  Ditahun 2009, T Inke Maris & Associates) memperoleh Honourable Mention dalam Asia Pacific Public Relations Awards yang diumumkan di Hong Kong pada kategori “Consumer Launch Campaign of the Year” untuk kliennya Zespri, sebuah perusahaan Selandia baru yang memasarkan buah Kiwi di Indonesia
Di bidang Marketing PR, klien klien IM&A juga tumbuh meliputi perusahaan asing,  dan perusahaan domestik, antara lain RPX, dan sekarang DHL Indonesia,  Deltomed, PT Darya Varia, PT. Tetra Pak Indonesia, Levi’s, L’Oreal Indonesia, Zespri,  Tetrapak dan Anlene. Untuk Anlene IM&A mendesain dan melaksanakan program tahunan untuk meningkatkan pengetahuan tentang keropos tulang atau osteoporosis,  sejak tahun 2004 hingga sekarang.

Quality & Delivery

Inke menerapkan pada Inke  Maris & Associates  kiat sederhana memenangkan persaingan. Yakni harus men-deliver apa yang dijanjikan. Itu sebab Inke tak mau menjanjikan sesuatu jika memang tidak bisa dia deliver.  Selain menerapkan prinsip deliver what you promise, Inke Maris & Associates juga konsisten menjaga quality. Apa yang dijanjikan harus bisa diukur. Hal ini terutama penting bagi klien klien asing,  yang merupakan antara 65% – 70% dari portofolio Inke Maris & Associates selama ini.
Hampir dua dekade berkarya nama IM&A sudah lama tertanam di kalangan bisnis, tanpa melihat lagi reputasi yang disandang pendiri dan pemiliknya yang mantan spesialis pewawancara tokoh kelas tinggi. “Nggak perlu harus ada kehadiran saya di sana,” kata Inke. Inke membangun citra perusahaan IM&A secara profesional sebagai perusahaan yang bisa berjalan sendiri dengan ditopang tim konsultan yang berkualitas dipimpin oleh Managing Director Isma Natanegara MBA, Direktur Rizal  Maris Bsc, S2 Komunikasi,  dan Lawrence Tjandra BA, serta  konsultan  dan experts lain yang berpengalaman termasuk putra penerus bisnis ini,  Armand Maris.ST.
Jika di dalam negeri Inke sangat populer sebagai penyiar TVRI. Kalangan bisnis internasional hanya mengenal reputasi IM&A yang dibangun sebagai sebuah perusahaan PR profesional berkelas dunia. Lihat www.inkemaris.com.

Pembelajar PR

Dengan sumberdaya manusia yang prima, Inke Maris menakhodai biduk bisnisnya dan menumbuhkan  Inke Maris & Associates  menjadi beberapa perusahaan dibidang yang terkait dengan komunikasi strategis,  yaitu meliputi corporate dan financial communications,  marketing dan social marketing communications,  events management dan design graphics.
Kompetensi khusus dibidang special events management, menjadikan IM&A dipercaya untuk menangani Acara-acara besar yang melibatkan pimpinan tertinggi republik ini. Antara lain Hari Susu Nusantara, Hari Osteoporosis Nasional yang merupakan gerak jalan 10.000 langkah bersama Ibu Negara dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2009.
Inke pernah menangani acara besar melibatkan Presiden RI Megawati Soekarnoputri dengan PM Malaysia Mahathir Muhammad di istana Tampaksiring Bali, dengan teleconference antara Tampaksiring Bali dengan  the Hang Tuah Platform Indonesia and the Duyong Platform Malaysia. Juga di Singapura, untuk klien Conoco Phillips di tahun 2003 acara peluncuran pipa gas Pulau Batam – Singapura,  ditandai oleh Presiden RI dengan PM Singapura Goh Chok Tong, Untuk Perusahaan Gas Negara Ketika pemerintahan sudah di tangan SBY Inke menangani acara SBY yang pertama, mengadakan teleconference dari Istana Negara dengan kapal produksi gas terbesar kedua di dunia milik Conoco. Peluncuran Universitas Pertahanan Indonesia/Indonesian Defense University dibuka oleh Presiden RI SBYdi Istana Merdeka dan  Seminar International :”Indonesia 2025: Tantangan Geopolitik dan Keamanan di Kementerian Pertahanan RI  tahun 2009 dan 2010.
Klien lama dan klien Inke sekarang termasuk sederet nama-nama dari dunia bisnis internasional, dan nasional,  juga lembaga pemerintah dan lembaga internasional. Bio TokohIndonesia.com | marjuka-hotsan

SEMINAR BROADCASTING RADIO ELSHINTA PALEMBANG

 SEMINAR BROADCASTING RADIO ELSHINTA DAN TALKSHOW INTERATIF BERSAMA GENPI SUMSEL



      Pada tanggal 12 febuari kemarin Radio elshinta dan GenPI Sumsel mengadakan seminar dan Talkshow di kampus STISIPOL Candradimuka palembang yang lebih tepat nya di adakan di aula STISIPOL Candradimuka palembang dengan di hadiri semua mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi dan pemateri yaitu Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A sebagai ketua umum GenPI Sumsel, Anggun Prisma sebagai Anchor Elshinta Palembang dan  Bapak Haris ansor pemenang kategori pembaca berita radio KPID Sumsel Award 2018.

      Dalam acara ini sebagai pembuka acara pertam ibu Sumarni Bayu Anita sebagai ketua umum GenPI Sumsel menjelaskan kepada kami apa itu GenPI dan kegiatan-kegiatan apa saja yang telah mereka lakukan.  Generasi Pesona Indonesia (GenPI) adalah sebuah komunitas yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia. GenPI merupakan pengejawantahan dari program promosi wisata “go digital” yang tengah gencar dilakukan oleh Kemenpar sebagai salah satu strategi pemasaran pariwisata Indonesia. Anggota GenPi terdiri atas anak-anak (berjiwa) muda yang selama ini aktif melakukan promosi pariwisata melalui media sosial seperti blog, facebook, twitter, instagram, path, dan lain lain. Karena fokus promosi dalam dunia digital maka anggota GenPi sering dijuluki “Laskar Digital Merah Putih”. Sosok itu sendiri menjelaskan arti lain GeNPI sebagai Gerakan Nusantara (untuk) Pariwisata Indonesia.

    Setela ibu Anita menjelaskan apa itu GenPI  Kemudian Ibu Anggun Prisma  dan bapak Heri Ansor menjelaskan tentang dunia Broadcasting Radio mereka juga menceritakan kisah inspiratif mereka sehingga bisa menjadi seperti sekarang dan mengajarkan kami bagaimana menjadi penyiar dan pembaca berita yang baik dan percaya diri mereka juga memberika kesempatan kepada kami untuk melakukan sesi tanya jawab .

     Selain mengadakan seminar dalam rangka HUT Elshinta yang ke 19 Tahun Radio Elshinta juga mengadakan lomba baca berita radio dan lomba vlog competition dengan hadiah menarik
     


Jumat, 22 Maret 2019

PRODUKSI MEDIA CETAK & KIT

PRODUKSI MEDIA CETAK & KIT

PRODUKSI MEDIA CETAK
Secara umum, jenis media cetak yang ada di Indonesia diklasifikasikan menjadi delapan bagian. Pengklasifikasian tersebut, didasarkan pada waktu terbit media tersebut. Hal ini sesuai dengan apa yang dikeluarkan oleh Dirjen Pembinaan Pers dan Grafika, tentang pembagian media cetak dan pengklasifikasiannya.
Namun pada makalah kami kali ini hanya membahas lima klasifikasi media cetak saja, karna sesuai dengan materi SAP yang sudah di berikan kepada kami oleh dosen pengampu kami, yaitu Ibu Endah Resnandari Puji Astuti, SP.d., MP.d
Kelima  jenis klasifikasi media cetak tersebut di antaranya adalah :
1.      Jenis Media Cetak Berbentut Modul
Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi paling tidak tentang: 
  • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) 
  • Kompetensi yang akan dicapai, 
  • Content atau isi materi 
  • Informasi pendukung,Latihan-latihan,
  •  Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK), 
  • Evaluasi, 
  • Balikan terhadap hasil evaluasi.
Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik lainnya.  Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik, dilengkapi dengan ilustrasi.
2.      Produksi Media Cetak Berbentuk LKS
LKS merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKS dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen dan demonstrasi. Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Menggunakan LKS Lembar Kerja Siswa Depdiknas dalam panduan pelaksanaan materi pembelajaran SMP (2008:42-45) alternatif tujuan pengemasan materi dalam bentuk LKS adalah:
  • LKS membantu siswa untuk menemukan suatu konsep LKS mengetengahkan terlebih dahulu suatu fenomena yang bersifat konkrit, sederhana, dan berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari. LKS memuat apa yang (harus) dilakukan siswa meliputi melakukan, mengamati, dan menganalisis; 
  • LKS membantu siswa menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan;
  • LKS berfungsi sebagai penuntun belajar LKS berisi pertanyaan atau isian yang jawabannya ada di dalam buku. Siswa akan dapat mengerjakan LKS tersebut jika membaca buku; 
  • LKS berfungsi sebagai penguatan;
  • LKS berfungsi sebagai petunjuk praktikum
Manfaat LKS Lembar kegiatan siswa adalah dapat membantu guru dalam mengarahkan siswanya untuk dapat menemukan konsep-konsep melalui aktivitasnya sendiri atau dalam kelompok kerja. Selain itu, LKS juga dapat digunakan untuk mengembangkan ketrampilan proses, mengembangkan sikap ilmiah serta membangkitkan minat siswa terhadap alam sekitarnya. Akhirnya LKS juga memudahkan guru untuk melihat keberhasilan siswa dalam mencapai sasaran belajar.
3.      Produksi Media Cetak Berbentu Booklet
Booklet adalah media komunikasi massa yang bertujuan untuk menyampaikan pesan yang bersifat promosi, anjuran, larangan-larangan kepada khalayak massa dan berbentuk cetakan. Sehingga akhir dari tujuannya tersebut adalah agar masyarakat yang sebagai obyek memahami dan menuruti pesan yang terkandung dalam media komunikasi massa tersebut. Menurut Effendy Sholeh dalam bukunya, periklanan di era masa kini, menyebutkan bahwa booklet adalah suatu sarana periklanan yang mampu menarik banyak konsumen-konsumen produktif. Hal ini disebabkan oleh adanya booklet yang bisa mencakup tidak hanya produk saja, akan tetapi dapat mencakup berbagai jenis-jenis produk yang itu bisa membuat konsumen melakukan perbandingan dalam hal marketing. Jika pengertian booklet ditinjau dari sisi produksi, maka dapat diambil pengertian bahwa booklet adalah sebuah media massa cetak yang bertujuan untuk menyebarkan informasi, memberitahukan informasi. Sehingga pandangan umum masyarakat mengatakan bahwa booklet tidak jauh berbeda dengan promosi atau sponsor-sponsor. Sebagai contohnya adalah sebuah perusahaan wara laba yang menggunakan jasa media komunikasi massa berupa booklet, untuk memasarkan barang-barang yang diproduksinya. Mulai dari bentuk barang produksi.
4.      Produksi Media Cetak Berbentu Tabloid
Tabloid adalah merupakan bentuk-bentuk dari media untuk penyampaian berita berupa laporan mengenai fakta dan idea yang terbaru dan benar yang menyangkut kepentingan individu maupun kelompok. Berita yang terbaik adalah hal-hal/informasi yang menarik orang sebanyak mungkin untuk mengetahui atau membacanya
Tabloid sebenarnya adalah istilah suatu format surat kabar yang lebih kecil (597 mm × 375 mm) dari ukuran standar koran harian. Istilah ini biasanya dikaitkan dengan penerbitan surat kabar reguler non harian (bisa mingguan, dwimingguan, dll), yang terfokus pada hal-hal yang lebih “tidak serius”, terutama masalah selebritas, olah raga, kriminal, dll. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa surat kabar harian seperti Republika dan Koran Tempo telah pula mulai menggunakan format tabloid.
5.      Produksi Media Cetak Berbentu Majalah
Majalah adalah jenis media yang terdiri dari sekumpulan kertas cetakan yang disatukan. Tulisan-tulisan di dalam majalah dibuat bukan oleh tulisan tangan, namun oleh suatu mesin cetak. Majalah biasanya berisi berbagai macam topik tulisan yang sesuai dengan tujuan dan topik dari majalah yang bersangkutan. Bukan hanya terdapat tulisan, di dalam majalah juga ada gambar-gambar yang bertujuan sebagai ilustrasi dari tulisan dan juga bertujuan untuk membuat isi majalah menjadi cantik dan menarik.

MARKETING PUBLIC RELATION & MICE

MARKETING PUBLIC RELATION & MICE

Konsep Marketing Public Relations (MPR)

      Definisi dan Peran Marketing Public Relations
 
Praktik Public Relations pada prinsipnya adalah merupakan suatu kegiatan yang terencana dan suatu usaha yang terus menerus untuk dapat memantapkan dan mengembangkan itikad baik (goodwill) dan pengertian yang timbal balik (mutual understanding) antara suatu organisasi dengan masyarakat. Pada era globalisasi ini peran Marketing Public Relations menjadi semakin penting karena itikad baik (good will) menjadi suatu bagian dari profesionalisme yang pasti akan terbentuk karena pembentukan simpati konsumen secara efektif dan efisien sudah merupakan keharusan dimana tingkat kompleksitas dan pemuasan kebutuhan nasabah sudah mencapai tingkat yang canggih dalam kegiatan pengemasannya. (Saka Abadi, 1994:p.45)
Marketing Public Relations (MPR) penekannanya bukan pada selling (seperti kegiatan periklanan), naman pada pemeberian informasi, pendidikan dan upaya peningkatan pengertian lewat penambahan pengetahuan mengenai suatu merek produk, Jasa, perusahaan akan lebih kuat dampaknya dan agar lebih lama diingat oleh nasabah. Dengan tingkat komunikasi yang lebih intensif dan komprehensif bila dibandingkan dengan iklan, maka MPR merupakan suatu konsep yang lebih tinggi dari iklan yang biasa. MPR memberi penakanan pada aspek manajemen dari pemasaran dengan memperlihatkan kesejahteraan nasabah (Saka Abadi, 1994:p.46)
Menurut Thomas L. Harris, pencetus pertama konsep Marketing Public Relations dalam bukunya berjudul The Marketer’s Guide to Public Relations dengan konsepsinya sebagai berikut : “Marketing Public Relations is the process of planning and evaluating programs, that encourage purchase and customer through credible communication of information and impression that identify companies and their products with the needs, concern of customer”.
Marketing Public Relations (MPR) merupakan proses perencanaan dan pengevaluasian program-program yang merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan yang menghubungkan perusahaan dan produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan para konsumen. (Ruslan,2002:p.253)
Marketing Public Relations sebagai suatu proses perencanaan, pelakasanaan dan pengevaluasian program-program yang memungkinkan terjadinya pembelian dan pemuasan konsumen melalui komunikasi yang baik mengenai informasi dari perusahaan terhadap citra merek (Brand Image) terhadap suatu produk tertentu. (Saka abadi,1994:p.46).
Definisi menurut Philip kotler mengatakan bahwa : ” Marketing Public Relations works because works it adds value to product through it’s unique ability to lend credibility to product message”
Marketing Public Relations diciptakan untuk menambah atau memberikan nilai bagi produk melalui kemampuan yang unik untuk menunjukkan kredibilitas pesan produk (Ruslan, 2002, p.254).

Peran Marketing Public Relations
Peranan Marketing Public Relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi menurut Rosady Ruslan :
1. Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan itu.
2. Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan / digunakan
3. Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor (advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.
4. Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.
5. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan-pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complain handling) dan lain sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak pelanggannya.
6. Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama.
7. Mengkomunikasikan terus menerus melalui media Public Relations (House PR Journal) tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan hidup agar tercapainya publikasi yang positif di mata masyarakat / publik.
8. Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk barang dan jasa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya.
9. Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang mungkin akan muncul di masa mendatang . (Ruslan, 2002: p.262).

Marketing Public Relations (MPR) sebagai suatu proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program-program yang memungkinkan terjadinya pembelian dan pemuasan konsumen (nasabah) melalui komunikasi yang baik mengenai impresi dari perusahaan dan produk-produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kesan dari konsumen. Keberadaan MPR di perusahaan dianggap efektif, halini dikarenakan :
1. MPR dianggap mampu dalam membangun brand awareness ( kesadaran akan merek) dan brand knowledge (pengetahuan akan merek).
2. MPR dianggap potensial untuk membangun efektivitas pada area ”increasing category usage” dan “icreasing brand sales”.
3. Dengan adanya MPR dalam beberapa hal dianggap lebih hemat biaya bila dibandingkan dengan perusahaan memasukkan produknya melalui iklan. Lebih cost-effective dari biaya media yang semakin meningkat.

Tujuh cara yang penting untuk menjadi tolak ukur dalam kegiatan Marketing Public Relations menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (Kotler and Keller, 2006 :p.553)
 
1. Publications (Publikasi)
Companies rely extensively on published materials to reach and influence their target markets. These include annual reports, brochures, articles, company newsletter and magazines, and audiovisual materials.
Perusahaan mempercayakan perluasan produk berdasarkan dari publikasi materi untuk mempengaruhi dan menarik pembeli yang dituju. Yang termasuk di dalamnya membuat laporan tahunan, brosur, artikel, koran perusahaan, majalah dan materi audiovisual.
 
2. Identity Media
Companies need a visual identity that the public immediately recognizes. The visual identity is carried by company logos, stationery, brochures, sign, business forms, business cards, buildings, uniforms, and dress code.
Perusahaan perlu membuat identitas yang bisa dikenal oleh masayarakat dengan mudah. Misalnya: logo perusahaan, alat-alat tulis, brosur, tanda, formulir perusahaan, kartu nama, bangunan, seragam dan peraturan pakaian.
 
3. Events
Companies can draw attention to new products or other company activities by arranging special events like news conferences, seminars, outings, trade show, exhibits, contests and competitions, and anniversaries that will reach the target publics.
Perusahaan bisa menarik perhatian mengenai produk baru ataupun kegiatan perusahaan dengan cara mengadakan acara khusus seperti wawancara, seminar, pameran, kompetisi, kontes dan ulang tahun dari barang itu supaya dapat menjangkau masyarakat luas.
 
4. News (Berita)
One of the major tasks of PR professionals is to find or create favorable news about the company, its products, and its people, and to get the media to accept press releases and attend press conferences.
Salah satu dari tugas utamanya Public Relations adalah untuk membuat ataupun menemukan acara yang sesuai dengan perusahaan, produknya, orang-orangnya atau pegawainya, dan membuat media tertarik untuk memuat berita press release dan hadir dalam press conference (konferensi pers).
 
5. Speeches (Pidato)
Increasingly, company executives must field questions from the media or give talks at trade associations or sales meetings, and these appearances can build the company’s image.
Semakin tinggi kebutuhan perusahaan untuk dapat menjawab setiap keperluan masyarakat dengan menjawab pertanyaan dari media atau memberikan pengarahan di asosiasi penjualan dan di meeting yang bertujuan untuk membicarakan soal penjualan dapat membangun citra perusahaan.
 
6. Public-Service Activities (Berperan serta dalam aktivitas sosial)
Companies can build goodwill by contributing money and time to good causes.
Perusahaan bisa membangun image yang positif dengan cara menyumbang uang atau waktu dalam hal-hal yang positif.
 
7. Sponsorship (pensponsoran)
Companies can promote their brands and corporate name by sponsoring sports and cultural events and highly regarded causes.
Perusahaan bisa memasarkan barang mereka dengan mensponsori acara olah raga atau acara kebudayaan yang bermanfaat bagi kelangsungan perusahaanny

Mice (Meeting Incentive Converence Exhibition) : Definisi, Bentuk dan Faktor yang Dipertimbangkan Dalam Pelaksanaan Mice


Pengertian MICE :
Menurut Pendit (1999:25), Mice diartikan sebagai wisata konvensi, dengan batasan : usaha jasa konvensi, perjalanan insentif, dan pameran merupakan usaha dengan kegiatan memberi jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendikiawan dsb) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
Sedangkan menurut Kesrul (2004:3), Mice sebagai suatu kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya merupakan perpaduan antara leisure dan business, biasanya melibatkan sekelompok orang secara bersama-sama, rangkaian kegiatannya dalam bentuk meetings, incentive travels, conventions, congresses, conference dan exhibition.

Bentuk Mice :
 
1. Meeting
Meeting adalah istilah bahasa inggris yang berarti rapat, pertemuan atau persidangan. Meeting merupakan suatu kegiatan yang termasuk di dalam MICE.
Menurut Kesrul (2004:8), Meeting Suatu pertemuan atau persidangan yang diselenggarakan oleh kelompok orang yang tergabung dalam asosiasi, perkumpulan atau perserikatan dengan tujuan mengembangkan profesionalisme, peningkatan sumber daya manusia, menggalang kerja sama anggota dan pengurus, menyebarluaskan informasi terbaru, publikasi, hubungan kemasyarakatan.
Menurut Kesrul (2004:3), “Meeting adalah suatu kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya merupakan perpaduan antara leisure dan business, biasanya melibatkan orang secara bersama-sama”.
 
2. Incentive
Undang-undang No.9 tahun 1990 yang dikutip oleh Pendit (1999:27), Menjelaskan bahwa perjalanan insentive merupakan suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk para karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan yang bersangkutan.
Menurut Kesrul (2004:18), bahwa insentive merupakan hadiah atau penghargaan yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada karyawan, klien, atau konsumen. Bentuknya bisa berupa uang, paket wisata atau barang.
Menurut Any Noor (2007:5) yang dikutip dari SITE 1998 dalam Rogers 2003, juga memberikan definisi mengenai incentive adalah incentive travel is a global management tool that uses an exceptional travel experience to motivate and/or recognize participants for increased levels of performance in support of the organizational goals.
 
3. Conference
Menurut (Pendit,1999:29), Istilah conference diterjemahkan dengan konferensi dalam bahasa Indonesia yang mengandung pengertian sama.
Dalam prakteknya, arti meeting sama saja dengan conference, maka secara teknis akronim mice sesungguhnya adalah istilah yang memudahkan orang mengingatnya bahwa kegiatan-kegiatan yang dimaksud sebagai perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan sebuah meeting, incentive, conference dan exhibition hakekatnya merupakan sarana yang sekaligus adalah produk paket-paket wisata yang siap dipasarkan. Kegiatan-kegiatan ini dalam industri pariwisata dikelompokkan dalam sati kategori, yaitu mice.
Menurut Kesrul, (2004 :7), Conference atau konferensi adalah suatu pertemuan yang diselenggarakan terutama mengenai bentuk-bentuk tata karena, adat atau kebiasaan yang berdasarkan mufakat umum, dua perjanjian antara negara-negara para penguasa pemerintahan atau perjanjian international mengenai topik tawanan perang dan sebagainya.
 
4. Exhibition
Exhibition berarti pameran, dalam kaitannya dengan industri pariwisata, pameran termasuk dalam bisnis wisata konvensi. Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Menparpostel RI Nomor KM. 108 / HM. 703 / MPPT-91, Bab I, Pasal 1c, yang dikutip oleh Pendit (1999:34) yang berbunyi “ Pameran merupakan suatu kegiatan untuk menyebar luaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata
Menurut Kesrul (2004:16), exhibition adalah ajang pertemuan yang dihadiri secara bersama-sama yang diadakan di suatu ruang pertemuan atau ruang pameran hotel, dimana sekelompok produsen atau pembeli lainnya dalam suatu pameran dengan segmentasi pasar yang berbeda.

Pertimbangan pelaksanaan Mice
Menurut Kesrul (2004:9), dalam penyelenggara kegiatan MICE, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Penetapan lokasi dan ruang MICE
a. Dalam penentuan terjadi 2 kemungkinan sebagai berikut :
- Pihak klien yang menetapkan dan mengkonfirmasikan lokasi tempat penyelenggaraannya. Pihak perencana tidak meneruskan proses lebih lanjut.
- Perencana mutlak menentukan lokasi dan tempat pertemuan, misalnya menyelenggarakan suatu seminar atau workshop atau konferensi.
b. Pertimbangan tempat penyelenggara secara geografis dengan spread of the person attending : terlalu jauh dari tempat peserta, kecuali khususnya seperti no.1b, peserta yang memerlukan sekali seminar dan konferensi tersebut.
c. Pertimbangan dalam menentukan kondisi sekitar lokasi dimana pertemuan akan digelar.

2. Perlengkapan fasilitas MICE
Menurut Kesrul (2004:90) Perlengkapan fasilitas dan pelayanan kesekretariatan dari pertemuan atau konferensi amat beragam sehingga tidak ada standar yang berlaku umum.Dalam menentukan perlengkapan suatu pertemuan perlu memahami dengan seksama beberapa hal berikut :
- Jenis pertemuan dan lamanya
- Jumlah peserta
- Jumlah ruangan yang dibutuhkan
- Jenis dan jumlah equipment yang diperlukan
- Bentuk pengaturan tempat duduk
- Akomodasi peserta mice

3. Penanganan transportasi
Meeting planer atau PCO bertanggung jawab dalam pengaturan transportasi bagi keseluruhan peserta MICE. Menurut Kesrul (2004:104), ada enam point dalam pengaturan transportasi yaitu :
- Transprtasi udara
- Airport shuttle service
- Multiple property shuttle
- VIP transportation
- Local tour
- Staff transportation.

4. Pelayanan makanan dan minuman
Menurut Kesrul (2004:113), Mengemukakan bahwa agar acara pertemuan atau konferensi berjalan dengan lancar dan mengurangi complaint makanan dan minuman. Seorang meeting manager perlu memeriksa lokasi dan penempatan reguler food and beverage, room service and banquet capabilities. Evaluasi kualitas makanan dan minuman meliputi appearance and attractiveness, cleanliness, dan jenis serta variasi makanan dan minuman pada saat ramai (peak hours) untuk mengetahui ketersediaan stok pelayanan dan keterampilan. Termasuk harga yang sesuai dengan penawaran, di samping itu apakah perlu melakukan pemesanan terlebih dahulu. Apakah restaurant tersebut melayani permintaan khusus atau tambahan menyangkut lay out dan jenis makanan dan minuman.

5. Akomodasi
Berikut ini daftar penanganan akomodasi yang harus di cek:
- Akomodasi sesuai harapan peserta
- Penginapan : Jumlah kamar, tipe kamar dan tempat tidur
- Kamar gratis untuk panitia atau komite : jumlah, tipe, dan fasilitas yang harus dibayar
- Kamar khusus untuk organisasi dan tamu resmi : jumlah, tipe, dan harga

PENULISAN NASKAH PUBLIC RELATION

PENULISAN NASKAH PUBLIC RELATION




Teknik Penulisan Humas (Public Relations Writing) adalah keterampilan menulis (writing skills) khas Humas/PR dalam menghasilkan naskah-naskah yang diperlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas perusahaan/organisasi.
Tipe-tipe panulisan atau naskah PR dapat dibagi menjadi dua bagian:
  1. Berkaitan dengan Media Relations/Press Relations, seperti naskah press release (siaran pers), advertorial, dan press conference (press kit/media kit).
  2. Berkaitan dengan media promosi, informasi, dan komunikasi perusahaan/organisasi, seperti naskah untuk dipublikasikan di newsletter, in house magazine/Company Magazines, naskah laporan tahunan (annual report), company profile, leaflet, booklet, brosur, dan sebagainya.
Untuk menghasilkan naskah yang baik (good writing), Humas/PR harus memiliki keterampilan jurnalistik layaknya wartawan, seperti pemahaman tentang nilai berita (news values), bahasa jurnalistik (language of mass communications), kode etik jurnalistik, dan sebagainya.
Untuk kepentingan publikasi yang luas, Humas/PR membutuhkan peran media. Karena itu, diperlukan sebuah hubungan yang baik dengan kalangan pers/media massa (Press/Media Relations).
Agar hubungan itu tercipta dengan baik, Humas perlu mengenali dunia pers dengan baik pula, seperti karakteristik wartawan, format media, cara kerja wartawan/media, dan sebagainya.

Penulisan Humas: Siaran Pers

Siaran Pers (Press Release, biasa disebut rilis saja) adalah naskah berita (data atau informasi tentang sebuah kegiatan –pra ataupun pasca) yang disampaikan kepada wartawan atau kantor redaksi media untuk dipublikasikan di media tersebut.
Dengan demikian, menulis siaran pers pada dasarnya sama dengan menulis berita seperti dilakukan para wartawan. Oleh karenanya, karakteristik dan struktur penulisan siaran pers sama dengan menulis berita.
Karakteristik siaran pers adalah memiliki “nilai berita” (news values), yakni aktual, faktual, penting, dan menarik.
Struktur penulisannya pun sama dengan dengan penulisan berita, yakni terdiri dari head (Judul), dateline (baris tanggal), lead (teras berita), dan news body (tubuh atau isi berita).
Berita sendiri artinya adalah laporan peristiwa atau peristiwa yang dilaporkan oleh media massa. Rilis adalah beritay yang dibuat Humas instansi/lembaga.

Kiat menulis siaran pers:
  1. Tulis dengan gaya penulisan berita.
  2. Jangan terlalu panjang – cukup satu lembar.
  3. Langsung ke masalahnya dengan segera.
  4. Penuhi unsur berita 5W+1H.
  5. Berikan lebih dari satu nomor kontak –nomor telpon kantor, kontak pribadi, HP, e-mail, dan fax.
  6. Jika memungkinkan, buatlah usulan mengenai orang-orang yang dapat diwawancara.
  7. Cek/konfirmasi siaran pers yang sudah dikirimkan melaui fax, surat, atau e-mail.
  8. Jika perlu, seratakan ilustrasi foto, tabel, atau grafik atau bahan pendukung lainnya –makalah, naskah pidato, susunan acara, dsb.
  9. Tuliskan pada kertas berkop-surat sehingga benar-benar resmi.
  10. Tandatangani oleh pejabat paling berwenang, misalnya manajer humas, ketua panitia, dan/atau ketua lembaga/perusahaan.
  11. Jika bersifat individu, misalnya artis, pakar, pejabat, ataupun warga biasa, sertakan fotokopi identitas.

Surat Pembaca

Surat Pembaca (letter to the editor) mirip siaran pers, terutama dalam hal teknis penulisan dan pengiriman. Yang membedakan adalah dalam hal isi dan tujuannya.
Isi dan tujuan surat pembaca biasanya merupakan tanggapan, sanggahan, klarifikasi, atau penggunaan Hak Jawab dan Hak Koreksi atas informasi yang dinilai salah dan merugikan.
Surat pembaca berupa tanggapan, biasanya diawali dengan mengutip berita atau surat pembaca yang sebelumnya sudah dimuat, sehingga pembaca dapat mengetahui latar belakang masalah yang diklarifikasi.

Advertorial (adv)

Advertorial = advertising dan editorial. Gabungan antara promosi dan opini atau pemberitaan tentang hal yang dipromosikan –produk, jasa, perusahaan, organisasi, aktivitas, atau program pemerintah. Bentuk tulisannya bisa berupa berita, feature, atau artikel. Advertorial sering disebut iklan dalam bentuk pemberitaan atau tulisan panjang.
Jenis advertorial a.l. adv produk, adv jasa, adv perusahaan, dan adv pemerintahan. Sifatnya bisa informatif, eksplanatif, interpretatif, persuasif, argumentatif, dan eksploratif.

Brosur

Brosur (Brochure) adalah selebaran cetakan satu halaman kertas yang terlipat dua atau lebih, berisi keterangan, informasi, atau gambaran tentang sebuah perusahaan, instansi, produk, atau jasa, atau bisa juga berisi sebuah ide dan kegiatan.
Jenis selebaran promosi sejenis brosur adalah booklet, yakni buku kecil tanpa jilid/cover berisi informasi dan gambar tentang suatu produk atau jasa.
Bisa juga terdiri dari beberapa lembar kertas sehingga menyerupai buku. Penyebarannya sama dengan brosur, yakni dibagi-bagikan langsung kepada publik.
Sarana promosi mirip brosur adalah flyer, pamflet, leaflet, atau poser, yakni lembaran utuh tanpa lipatan/tidak terlipat. Pamflet (ukuran satu halaman kertas print), leaflet (ukuran kertas kecil), dan poster (“surat tempelan”, ukuran kertas besar) disebarkan dengan cara ditempel. Flyer biasanya digantung.
Ada juga yang disebut folder. Bentuknya mirip map, namun berisi banyak informasi dan bagian dalamnya terdapat kantung untuk menyimpan aneka berkas seperti surat, brosur, leaflet, kartu nama, dan sebagainya. Folder dapat berfungsi sebagai tempat penyimpan berkas informasi atau promosi.

Press Conference/Media Kit

Konferensi Pers (Press Conference) – undang media untuk menyampaikan informasi, dilakukan tidak rutin, insidental sesuai acara yang digelar, baik sebelum maupun sesudah kegiatan.
Media Kit adalah bahan tertulis sehingga kalangan pers memiliki data akurat dan lengkap sebagai bahan berita. Bahan tertulis ini bisa berupa siaran pers, susunan acara, makalah, artikel, feature, bosur, proposal, atau informasi lengkap tentang kegiatan –tujuan, jadwal, target, kepanitiaan, daftar pengisi acara, dsb.—dan dimasukkan dalam sebuah map atau amplop besar.

Naskah Pidato

Naskah pidato (speech script) biasanya dilakukan penulis khusus yang disebut scriptwriter. Namun, ada punya petugas humas yang ditugaskan menulisnya.
Naskah pidato terdiri dari bagian pembukaan, isi, dan penutup. Ditulis dengan gaya bahasa tutur (spoken words) atau gaya bahasa percakapan (conversational language) karena naskah itu untuk diucapkan, dibacakan, atau disuarakan.

Newsletter

Newsletter secara harfiyah artinya “laporan berkala” atau “surat berita”. Merupakan media informasi dan komunikasi internal sebuah lembaga, biasanya terdiri dari dua hingga delapan lembar kertas kwarto atau folio, tanpa cover seperti majalah atau buku.
Isinya bervariasi mirip majalah, misalnya agenda dan berita kegiatan, artikel, feature, gambar, dsb.

Inhouse Magazine – Media Internal

Inhouse Magazine/Company Magazines adalah majalah internal sebuah lembaga/perusahaan. Desain atau tampilan dan rubrikasinya seperti majalah umum/komersil, namun isinya tentang informasi seputar “dapur” lembaga.
Mengelola Inhouse Magazine, juga Newsletter, sama dengan proses manajemen media massa pada umumnya, yakni melalui proses redaksional dan membutuhkan keterampilan meliput dan menulis berita layaknya wartawan.
Proses redaksional dimaksud adalah tahapan perencanaan (planing) –penentuan visi, misi, logo, moto, rubrikasi, editorial policy, dan style book; pengorganisasian (organizing) –penetapan susunan organisasi redaksi (pemred hingga reporter dan layouter); pelaksanaan (acting) –aktivitas jurnalistik seperti perencanaan liputan (rencana isi), peliputan, penulisan, editing, dan desain grafis, dan pengawasan (controling) –pengawasan dan evaluasi proses dan hasil kerja yang sudah dilaksanakan.

LOBY, NEGOSIASI & PRESENTASI

LOBY, NEGOSIASI, & PRESENTASI


1.Loby 
 
Aktivitas lobbying merupakan kegiatan yang sah dan merupakan bagian penting dalam proses demokrasi. Pelaku lobbying dapat membantu organisasi atau individu di dalamnya untuk mengomunikasikan maksud dan tujuan kepada pihak yang dilobi. Istilah lobbying lebih sering digunakan dalam dunia perpolitikan karena identik dengan tawar menawar kekuasaan atau syarat dan ketentuan tertentu.
Secara umum, lobi berarti aktivitas yang dilakukan oleh pelobi untuk mempengaruhi pihak lain agar pihak tersebut mempunyai kepentingan dan pendapat yang sama dengan kita. Menurut Brittania Encyclopedia, lobbying didefinisikan sebagai semua macam percobaan oleh individu atau kelompok kepentingan tertentu untuk mempengaruhi keputusan tertentu, dalam hal ini keputusan dalam politik.
Maka dari itu, kegunaan lobi biasanya untuk meminta sesuatu hal atau meminta pihak berwenang untuk memikirkan atau mempertimbangkan satu hal yang dianggap pihak pelobi penting dan harus dilakukan. Sedangkan, pihak kedua yang dilobi belum tentu menganggap hal tersebut perlu untuk dilakukan.

2.Negosiasi

Dalam arti paling sederhananya, negosiasi adalah sebuah proses diskusi antara dua atau lebih peserta yang mencoba untuk mencari jalan keluar terhadap masalah yang tengah mereka jalani. Proses ini bisa terjadi dalam tataran antar individu ataupun antar kelompok. Negosiasi pun terkadang dibutuhkan karena setiap peserta memiliki kepentingannya masing-masing dan tidak selalu sama.
Penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan dalam bernegosiasi. Kunci dari negosiasi adalah kamu harus mendapatk
an apa yang kamu butuhkan, meskipun bukan dengan jalan yang kamu inginkan. Jangan paksakan apa yang kamu inginkan dengan jalan yang sudah kamu rencanakan. Cobalah untuk menyesuaikan nilai-nilai dengan pihak lain dan cari jalan baru yang mempunyai tujuan yang menghasilkan keuntungan bagimu.
Tentunya, kegunaan negosiasi adalah mendapatkan solusi dari masalah yang ditemui. Solusi tersebut tentunya harus menguntungkan kedua belah pihak. Dengan negosiasi, tidak akan ada pihak yang rugi besar. Setidaknya, dalam rugi yang pihak tersebut alami, masih ada nilai-nilai yang masih bisa dianggap sebagai keuntungan bagi pihak tersebut.
Tidak sulit bukan dalam membedakan lobby dan negosiasi? Pada intinya, praktik negosiasi lebih digunakan secara umum misalkan dalam tawar menawar harga barang. Untuk lobi, lebih familiar dalam dunia perpolitikan. Namun keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mengusahakan suatu hal yang belum terjadi menjadi nyata.

3.Presentasi 

pengertian dan tujuan presentasi yang diuraikan berikut berkaitan erat dengan presentasi bisnis. Dalam dunia bisnis, kegiatan presentasi atas berbagai peristiwa penting seperti pengajuan usulan proyek baru, pengembangan produk baru, perluasan pasar, dan lain-lain, bukanlah hal baru. Presentasi bisnis yang baik akan memberikan dampak yang baik pula bagi lembaga atau institusi.
Oleh karena itu, presentasi bisnis harus dilakukan persiapan secara matang sehingga tujuan presentasi bisnis yang efektif dan efisien dapat tercapai.
Sebagai kelanjutan uraian pengertian dan tujuan presentasi ini, akan dibahas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bagaimana melakukan presentasi bisnis yang baik, mulai dari tujuan melakukan presentasi bisnis, tahap persiapan, penentuan alat bantu presentasi, menganalisis audiens, menganalisis isyarat-isyarat nonverbal, peninjauan lokasi, bagaimana mengembangkan percaya diri, dan berlatih presentasi bisnis.

Padanan kata presentasi dalam bahasa inggris adalah presentation. Merujuk pada kamus Merriam Webster, presentasi didefinisikan sebagai an activity in which someone shows, describes, or explain something to a group of people. Maksudnya, presentasi merupakan suatu aktivitas dimana seseorang menunjukkan, mendeskripsikan, atau menjelaskan sesuatu kepada sekelompok orang.

Seorang presenter (pembicara) yang melakukan presentasi di hadapan pemirsa (audience) tentunya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang presenter perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik yang berkaitan dengan persiapan mental, pemahaman materi yang ingin disampaikan, alat bantu yang digunakan, dan pemahaman yang baik terhadap audiens.

Secara umum, presentasi bisnis memiliki empat tujuan pokok (Djoko Purwanto, 2006) yang dapat diuraikan berikut ini:
 
1.Menyampaikan informasi

Salah satu tujuan presentasi bisnis yang paling umum adalah menyampaikan atau menginformasikan (inform) pesan-pesan bisnis kepada audiens (audience). Pesan­-pesan bisnis yang disampaikan tentu saja harus menarik, sederhana, mudah dipahami, dan enak didengar audiens. Hindarkan bentuk-bentuk presentasi yang membosankan, monoton, tidak jelas, dan bahasanya sulit dipahami.
 
2.Menghibur Audience
 
Selain memberikan informasi, presentasi bisnis juga mempunyai tujuan untuk menghibur (entertain) audiens. Artinya, untuk mencapai tujuan presentasi bisnis seorang pembicara perlu menyelipkan humor-humor segar yang mampu menghidupkan suasana. Namur demikian, suasana dalam presentasi bisnis juga perlu dikendalikan, jangan sampai lepas kendali sehingga suasana tak ubahnya seperti dagelan atau lelucon.

Seorang pembicara yang berpengalaman akan mengetahui kapan ia harus mengubah ritme presentasi dan kapan harus memasukkan humor-humor penyegar suasana. Yang perlu diingat adalah bahwa humor yang diselipkan dalam suatu presentasi bisnis hanyalah sebagai selingan dan bukan yang utama.
 
3.Menyentuh Emosi Audience
 
Selain memberi informasi clan menghibur, presentasi bisnis juga memiliki tujuan untuk dapat menyentuh emosi (emotion) audiens. Seorang pembicara yang berpengalaman tentunya tabu bagaimana menyampaikan pesan-pesan bisnis yang mampu menyentuh emosi audiens.

Dengan gaya bicara dan intonasi suara yang menarik, seorang pembicara mampu menggugah emosi audiens. Sebagai contoh, seorang pembicara bisa saja menggugah emosi audiens untuk bersemangat, terharu atau hanyut dalam keprihatinan, melalui ekspresi yang dimunculkan oleh si pembicara.
 

4.Memotivasi audience
 

Tujuan terakhir presentasi bisnis adalah memberikan motivasi (motivation) kepada audiens untuk melakukan atau bertindak sesuatu sesuai yang dikehendaki pembicara. Dalam memotivasi audiens, seorang pembicara perlu menyatakannya secara eksplisit clan bukan menggunakan bahasa basa-basi. Dalam arti bahwa apa yang diinginkan pembicara harus secara tegas dan jelas tercakup dalam presentasi. Sebagai contoh, pembicara menghimbau para karyawan untuk mempertegas komitmennya meningkatkan disiplin kerja, meningkatkan daya saing perusahaan melalui peningkatan kualitas produk dan sejenisnya. Pendek kata, bagaimana seorang pembicara mampu memunculkan reaksi para audiens.

ETIKET & KEPRIBADIAN

 ETIKET & KEPRIBADIAN



1. Etiket
      etiket hanya berlaku dalam pergaulan. Jika tidak ada saksi mata maka etiket tidak berlaku. Bersifat relative, hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja. Etiket lebih menitikberatkan pada cara-cara berbicara yang sopan, cara berpakaian, cara menerima tamu dirumah maupun di kantor dan sopan santun lainnya. Jadi, etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan.
Seorang public relations dituntut memiliki kemampuan seperti : berkomunikasi, mengorganisir, bergaul dan berelasi, berkepribadian utuh dan jujur serta memiliki daya kreatif yang kuat. Selain itu juga harus memiliki keterampilan yang tinggi di bidang penguasaan teknologi informasi untuk menunjang tuntutan pekerjaannya.
Terkait dengan etiket dari seorang public relations, saya menyimpulkan bahwa sebagai pekerja professional, seorang PR harus menjaga sikapnya berdasarkan kode etik yang berlaku di perusahaan tempat dia bekerja.
Sebagai contoh, di bawah ini adalah kode etik praktisi humas (public relations) yang saya rangkum dari data APPRI, Perhumas, dan IPRA, yaitu meliputi :
1.      Code of Conduct – etika perilaku sehari-hari terhadap integritas pribadi, klien, media dan umum, serta perilaku terhadap rekan seprofesi.
2.      Code of profession – etika dalam melaksanakan tugas/profesi humas.
3.      Code of publication – etika dalam kegiatan proses dan teknis publikasi.
4.      Code of enterprise —menyangkut aspek peraturan pemerintah seperti hukum perizinan dan usaha, hak cipta, merk, dll.
PASAL 1
Norma norma Perilaku Profesional

Dalam menjalankan kegiatan profesionalnya, seorang anggota wajib menghargai kepentingan umum dan menjaga harga diri setiap anggota masyarakat. Menjadi tanggung jawab pribadinya untuk bersikap adil dan jujur terhadap klien, baik yang mantan maupun yang sekarang, dan terhadap sesama anggota Asosiasi, anggota media komunikasi serta masyarakat luas.
PASAL 2
Penyebarluasan Informasi

Seorang anggota tidak akan menyebarluaskan, secara sengaja dan tidak bertanggung jawab, informasi yang paIsu atau yang menyesatkan, dan sebaliknya justru akan berusaha sekeras mungkin untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Ia berkewajiban untuk menjaga integritas dan ketepatan informasi.
PASAL 3
Media Komunikasi

Seorang anggota tidak akan melaksanakan kegiatan yang dapat merugikan integritas media komunikasi.
PASAL 4
Kepentingan yang Tersembunyi

Seorang anggota tidak akan melibatkan dirinya dalam kegiatan apa pun yang secara sengaja bermaksud memecah belah atau menyesatkan, dengan cara seolah olah ingin memajukan suatu kepentingan tertentu, padahal sebaliknya justru ingin memajukan kepentingan lain yang tersembunyi. Seorang anggota berkewajiban untuk menjaga agar kepentingan sejati organisasi yang menjadi mitra kerjanya benar-benar terlaksana secara baik.
PASAL 5
Informasi Rahasia

Seorang anggota (kecuali apabila diperintahkan oleh aparat hukum yang berwenang) tidak akan menyampaikan atau memanfaatkan informasi yang diberikan kepadanya, atau yang diperolehnya, secara pribadi dan atas dasar kepercayaan, atau yang bersifat rahasia, dari kliennya, baik di masa Ialu, kini atau di masa depan, demi untuk memperoleh keuntungan pribadi atau untuk keuntungan lain tanpa persetujuan jelas dari yang bersangkutan.
PASAL 6
Pertentangan Kepentingan

Seorang anggota tidak akan mewakili kepentingan kepentingan yang saling bertentangan atau yang saling bersaing, tanpa persetujuan jelas dari pihak-pihak yang bersangkutan, dengan terlebih dahulu mengemukakan fakta fakta yang terkait.
PASAL 7
Sumber sumber Pembayaran

Dalam memberikan jasa pelayanan kepada kliennya, seorang anggota tidak akan menerima pembayaran, baik tunai atau pun dalam bentuk lain, yang diberikan sehubungan dengan jasa jasa tersebut, dari sumber manapun, tanpa persetujuan jelas dari kliennya.
PASAL 8
Memberitahukan Kepentingan Kuangan

Seorang anggota, yang mempunyai kepentingan keuangan dalam suatu organisasi, tidak akan menyarankan klien atau majikannya untuk memakai organisasi tersebut atau pun memanfaatkan jasa jasa organisasi tersebut, tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepentingan keuangan pribadinya yang terdapat dalam organisasi tersebut.
PASAL 9
Pembayaran Berdasarkan Hasil Kerja

Seorang anggota tidak akan mengadakan negosiasi atau menyetujui persyaratan dengan calon majikan atau calon klien, berdasarkan pembayaran yang tergantung pada hasil pekerjaan PR tertentu di masa depan.
PASAL 10
Menumpang tindih Pekerjaan Anggota Lain

Seorang anggota yang mencari pekerjaan atau kegiatan baru dengan cara mendekati langsung atau secara pribadi, calon majikan atau calon langganan yang potensial, akan mengambil langkah langkah yang diperlukan untuk mengetahui apakah pekerjaan atau kegiatan tersebut sudah dilaksanakan oleh anggota lain. Apabila demikian, maka menjadi kewajibannya untuk memberitahukan anggota tersebut mengenai usaha dan pendekatan yang akan dilakukannya terhadap klien tersebut. (Sebagian atau seluruh pasal ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk menghalangi anggota mengiklankan jasa jasanya secara umum).
PASAL 11
Imbalan kepada Karyawan Kantor kantor Umum

Seorang anggota tidak akan menawarkan atau memberikan imbalan apa pun, dengan tujuan untuk memajukan kepentingan pribadinya (atau kepentingan klien), kepada orang yang menduduki suatu jabatan umum, apabila hal tersebut tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat luas.
PASAL 12
Mengkaryakan Anggota Parlemen

Seorang anggota yang mempekerjakan seorang anggota Parlemen, baik sebagai konsultan ataupun pelaksana, akan memberitahukan kepada Ketua Asosiasi tentang hal tersebut maupun tentang jenis pekerjaan yang bersangkutan. Ketua Asosiasi akan mencatat hal tersebut dalam suatu buku catatan yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut. Seorang anggota Asosiasi yang kebetulan juga menjadi anggota Parlemen, wajib memberitahukan atau memberi peluang agar terungkap, kepada Ketua, semua keterangan apa pun mengenai dirinya.
PASAL 13
Mencemarkan Anggota anggota Lain

Seorang anggota tidak akan dengan itikad buruk mencemarkan nama baik atau praktek profesional anggota lain.
PASAL 14
Instruksi/Perintah Pihak pihak Lain

Seorang anggota yang secara sadar mengakibatkan atau memperbolehkan orang atau organisasi lain untuk bertindak sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan kode etik ini, atau turut secara pribadi ambil bagian dalam kegiatan semacam itu, akan dianggap telah melanggar Kode ini.
PASAL 15
Nama Baik Profesi

Seorang anggota tidak akan berperilaku sedemikian rupa sehingga merugikan nama baik Asosiasi, atau profesi Public Relations.
PASAL 16
Menjunjung Tinggi Kode Etik
Seorang anggota wajib menjunjung tinggi Kode Etik ini, dan wajib bekerja sama dengan anggota lain dalam menjunjung tinggi Kode Etik, serta dalam melaksanakan keputusan keputusan tentang hal apa pun yang timbul sebagai akibat dari diterapkannya keputusan tersebut. Apabila seorang anggota, mempunyai alasan untuk berprasangka bahwa seorang anggota lain terlibat dalam kegiatan kegiatan yang dapat merusak Kode Etik ini, maka ia berkewajiban untuk memberitahukan hal tersebut kepada Asosiasi. Semua anggota wajib mendukung Asosiasi dalam menerapkan dan melaksanakan Kode Etik ini, dan Asosiasi wajib mendukung setiap anggota yang menerapkan dan melaksakan Kode Etik ini.
PASAL 17
Profesi Lain

Dalam bertindak untuk seorang klien atau majikan yang tergabung dalam suatu profesi, seorang anggota akan menghargai Kode Etik dari profesi tersebut dan secara sadar tidak akan turut dalam kegiatan apa pun yang dapat mencemarkan Kode Etik tersebut.
KODE ETIKA PR

[International Public Relation Association]
1. Integritas pribadi dan profesional, reputasi yang sehat, ketaatan pada konstitusi dan kode IPRA
2. Perilaku kepada klien dan karyawan :
1.      Perlakuan yang adil terhadap klien dan karyawan
2.      Tidak mewakili kepentingan yang berselisih bersaing tanpa persetujuan
3.      Menjaga kepercayaan klien dan karyawan
4.      Tidak menerima upah, kecuali dari klien lain atau majikan lain
5.      Tidak menggunakan metode yang menghina klien atau majikan lain
6.      Menjaga kompensasi yang bergantung pada pencapaian suatu hasil tertentu.
3. Perilaku terhadap publik dan media :
1.      Memperhatikan kepentingan umum dan harga diri seseorang
2.      Tidak merusak integritas media komunikasi
3.      Tidak menyebarkan secara sengaja informasi yang palsu atau menyesatkan
4.      Memberikan gambar yang dapat dipercaya mengenai organisasi yang dilayani
5.      Tidak menciptakan atau menggunakan pengorganisasian palsu untuk melayani kepentingan pribadi yang terbuka.
4. Perilaku terhadap teman sejawat :
1.      Tidak melukai secara sengaja reputasi profesional atau praktek anggota lain
2.      Tidak berupaya mengganti anggota lain dengan kliennya
3.      Bekerja sama dengan anggota lain dalam menjunjung tinggi dan melaksanakan kode etik ini.
Praktisi humas (PR Officer, PR  Practitioner) wajib menaati kode etik profesinya, sebagaimana wartawan wajib menaati kode etik jurnalistik dan dokter wajib menaati kode etik kedokteran. Jika mengabaikan kode etik, maka tak layak disebut “profesional”. 
 
2.Kepribadian
 
      Kepribadian adalah citra/gambaran diri seseorang.
Gambaran diri, menyangkut :  Pola Pikir, Sikap dan Prilaku
  • Pribadi, akan tergambar keluasan dan kedalaman pengetahuan  (kompetensi)
  • Pribadi, akan tergambar keterbukaan dan kejernihan hati
  • Pribadi, akan tergambar kesopanan dan kesantunan (Etika), keterpelajaran, (maaf) bukan kekurang ajaran
3.Hubungan Etiket & Kepribadian 
    Kepribadian adalah pondasi citra, Etiket adalah salah satu cerminan kepribadian
Beberapa  Contoh  Penerapan :
Ciri PRIBADI YANG BERETIKET, (sekaligus menjadi TIPS) :
  • Tampil (rapih, segar, menarik, mempesona, spontan, tegas dan berwibawa)
  • Senang (bekerja, kepintaran,dikoreksi, introspeksi, menolong)
  • Bisa (menghormati orang lain, bekerjasama, menyesuaikan diri, mandiri, menyelesaikan masalah, mengendalikan diri & memberi contoh positif)
  • Selalu (tersenyum, siap membantu, percaya diri, bersemangat, bijaksana, peduli orang lain, melakukan yang terbaik)
  • Tidak (mudah putus asa, menyalahkan orang lain, sombong, meremehkan orang lain, mengutamakan diri sendiri, kasar, culas)
  • Mengetahui (kelebihan dan kekurangan, pekerjaan dengan baik, apa yang harus dilakukan, perkembangan perusahaan, peraturan perusahaan